JARKOM 1

shares |



JENIS SERVER BERBASIS WINDOWS

1. Windows NT Server

        Windows NT Server adalah sistem operasi untuk server yang sistem operasinya 32 bit dari microsoft yang menjadi leluhur sistem operasi operasi windows 2000, windows XP, server 2003 dan windows Visata. sistem operasi tersebut pada awalnya mendukung beberapa platform mikroprosesor.
Windows  NT sebenarnya dibangun dari puing-puing sisa pengembangan dari sistem operasi IBM 03/2 versi 3.0, Selanjutnya microsoft merekut beberapa orang pengembangan sistem operasi dari Digital Equipment corporation (DEC). tim pengembangan dikepalai oleh David Neilcutler, SR.

Tampilan dari Windows NT Server

Kelebihan
  1. Peningkatkan kapasitas server untuk melayani lebih simultan koneksinya.
  2. Bebas dari kode 16 Bit milik MS-DOS
  3. Peningkatkan kemampuan layanan server TCP/IP
  4. Model keamanan berbasis domain penuh
  5. Tool untuk mengintegrasikan Netware dan MeMonitoring jaringan
Kelemahan
  1. Browser yang digunakan sebagai sistem dasar pada sistem perangkat bantu administrasi banyak mengunakan Java script dan Active X.
  2. Pengubahan Konfigurasi yang mendasar jarang dapat dilakukan dengan berhasil.
  3. Dokumentasi online


2. Windows Server 2000 


        Microsoft merilis windows 2000 pada 17 Febuari 2000 sebuah versi yang sebelumnya dikenal dengan sebutan NT 5,0 atau “NT.5,0” versi 2000 ditujukan untuk dua pangsa pasaar yakni pangsa pasar workstation dan juga pangsa pasar server. Diantara fitur windows 2000 yang paling signifikan adalah active Directory, sebuah model jaringan pengganti jaringan NT domain yang menggunakan teknologi yang merupakan standar industri seperti Domain Name System (DNS) Light weight Directory Access Protocol (LDAP) dan kerberos untuk menghubungkan antara sebuah mesin ke mesin lainnya.

        Windows 2000 dapat memperbaruhi komputer yang sebelumnya menjalankan windows 98, windows 2000 tidak lah dianggap sebagai prodok yang cocok untuk rumahan, alasannya bnyak diantaranya adalah kurangnya device driver untuk banyak pengguna seperti pemindai (Scanner) dan juga pencetak (Printer).

Tampilan dari Windows Server 2000
Kelebihan
  1. Kecepatan akses lebih tinggi karena menyediakan fasilitas jaringan dan pengelolaanya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (sever) yang tidak dibebani dengan tugas lain seperti Workstation.
  2. Keamanan dan Administrasi jaringan lebih baik.
  3. Server memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan dan menyadiakan fasilitas jaringan.
  4. Mudah di install dan Dikonfigurasi.
  5. Lebih secure dan stabil dibanding 98

Kelemahan
  1. Biaya Operasi relatif mahal.
  2. Bila server keseluruhan tidak akan berjalan dan megalami gangguan.
  3. Jika tidak ada server Windows 2000 Server client tidak bisa mangoneksikan ke server begitupun sebaliknya.
  4. Mahal,tingkat security yang rendah.
  5. Terlalu banyak service yang tidak berguna.
  6. Sedikit sulit mengimplementasikan AD (Active Directory

 

3. Windows Server 2003


          Pada tanggal 24 April 2003 microsoft windows server 2003 sebuah pembaruan untuk sistem operasi windows 2000 server yang menawarkan bbanyak fitur-fitur keamanan yang baru, pemadu ”Manage your server Wizard” yang menyederhanakan peranan sebuah mesin yang menjalankannya dan juga peningkatkan kinerja, windows server 2003 mengunakan kernel windows NT versi 5.2. Di dalam windows server 2003, beberapa layanan yang tidak terlau dibutuhkan didalam lingkungan server dinonaktifkan secara default “Windows Audio” dan “Themes”
    
Pada bulan Desember 2005, Microsoft merilis windows server 2003 R 2. yang merupakan windows server 2003 server pick 1 ditambahkan dengan beberapa paket tambahan diantara semua fitur-fitur barunya adalah fitur-fitur manajemen untuk kantor-kantor cabang dan integrasi identitas yang luas.

Windows 2003 tersedia dalam 5 edisi :
  1. Windows 2003 Web Edition 
  2. Windows 2003 Standard Edition 
  3. Windows 2003 Enterprise Edition 
  4. Windows 2003 Datacenter Edition 
  5. Windows 2003 Small Business Server

Tampilan dari Windows Server 2003
Kelebihan
  1. Pengoperasiannya Mudah Cara menginstall windows server 2003 tidaklah terlalu sulit ,bahkan mungkin dibandingkan dengan dengan windows NT yang sangat rumit.
  2. Cantik Memukau Hal yang pertama yang kita lihat pada OS Windows 2003 standard edition adalah tampilan server yang sangat indah dan mirip windows xp versi pro maupun home edition.
  3. Fungsionalitas dan Skalabilitas Ketakjuban yang kedua terjadi saat OS Windows 2003 ini di restart. Proses rebooting ini terjadi sangat cepat, seakan kita tidak sedang menggunakan OS dengan title server, seakan bekerja pada sebuah mesin desktop ringan, hardware pun terlihat tidak terbebani.
  4. Sangat cocok untuk organisasi/perusahaan besar.
  5. Penggunaan DHCP memudahkan pengurusan sesuatu rangkaian komputer di dalam suatu organisasi yang besar. Konfigurasi DHCP Windows Server 2003 adalah mudah.
Kelemahan
  1. Windows Server 2003, yang terasa tidak memadai di tengah kemajuan Web 2.0 
  2. Kadang jika kita tidak teliti dalam mengginstall,error selalu ditemui
  3. Tidak semua Produk aplikasi ( bahkan buatan Microsoft sendiri ) bisa berjalan diatasnya
  4. Persyaratan hadware yang sangat tinggi
  5. Kemanan yang kurang tangguh 
  6. Makin banyak type file yang dibuka dengan berbagai macam aplikasi dan telah terinstall aplikasi sesuai dengan kebutuhan sesuai



4. Windows Server 2008


            Windows server 2008 adalah sebuah versi baru windows server, yang jadwalkan untuk diliris pada tanggal 27 febuari 2008. Pada saat pengembangannya windows server memiliki nama kode “Windows Server Codenamed longhorn”. Windows Server 2008 dibangun diatas beberapa keunggulan teknologi dan keamanan yang pada awalnya diperkenalkan dengan windows visata dan ditujukan agar bisa lebih modular secara signifikan ketimbang pendahulunya windows server 2007.

Tampilan dari Windows Server 2008
Kelebihan
  1. Windows Server 2008 dapat beroperasi tanpa tampilan grafis atau graphical user interface (GUI) dengan   adanya teknologi powershell.
  2. Pengguna dapat memilih fungsi-fungsi yang dibutuhkannya saja atau menambah fungsi lainnya jika membutuhkan sewaktu-waktu tanpa melakukan instalasi ulang.
  3. Windows Server 2008 mampu mengatur besar bandwidth yang dapat dipakai setiap aplikasi maupun komputer yag terhubung ke jaringan.
  4. Windows Server 2008 juga sanggup mengontrol keamanan jaringan dengan fitur Network Access Protection.
  5. Melalui powershell, administrator tetap dapat memantau komputer di jaringan dari jarak jauh.

Kelemahan
  1. Browser yang digunakan sebagai sistem dasar pada sistem perangkat bantu administrasi banyak  menggunakan Javascript dan Active X, ternyata mengakibatkan proses sangat lambat. Hal yang sama dengan PC yang menggunakan processor 300 MHz AMD dan 128 MB SDRAM serta 100 MHz Bus tidak bisa diharapkan bekerja dengan lancar seperti yang diharapkan.
  2. Pengubahan konfigurasi yang mendasar jarang dapat dilakukan dengan berhasil. Hal ini berlaku untuk nilai default, Format file Log yang bersifat propritary dan juga pilihan default-indeks, yang kesemuanya secara standar selalu harus disimpan pada drive C. Administrator dalam hal ini harus melakukan pekerjaan yang tak perlu, hingga sistem keseluruhan berjalan sebagaimana mestinya, sebelum dapat melakukan perubahan.
  3. Dokumentasi online, yang praktis tidak diperlukan, ketika sistem keamanan tertinggi Active X telah dipilih menyebabkan strategi keamanan yang kurang baik pada IIS.

MAPPING DRIVE

        Map Drive adalah istilah untuk metode mengakses folder atau drive dari suatu pc di jaringan yang kemudian dijadikan sebagai Drive baru di PC anda. Metode tersebut akan sangat memudahkan bagi anda yang secara Continue melakukan akses terhadap suatu folder / drive tertentu dari suatu komputer lain.

Hasil dari Map Drive berbeda dengan Folder Share, karena cara mengaksesnya tidak perlu lagi melakukan koneksi ulang terhadap pc yang anda inginkan, dan andapun tidak perlu lagi mengakses ruang My Network Place atau Network di Windows Explorer anda. Karena memang folder atau drive dari komputer lain tadi telah menjadi Drive baru di komputer anda.

CARA MELAKUKAN MAPPING DRIVE
  • Klik menu Tools kemudian pilih Map Network Drive atau anda dapat mengklik ikon My network places , kemudian klik kanan dan pilih Map Network drive. 

  • Kemudian dilayar akan terlihat kotak dialog map network drive, tentukan pilihan drive pada bagian Drive, misalnya drive E.   

  • Tentukan folder pada bagian folder. Dengan cara klik tombol browse dan di layar akan terlihat kotak dialog browse for folder.

  • Pastikan pilihan Reconect at login ditandai dengan simbol ceklist, agar setiap kali user account melakukan login drive tersebut langsung dipetakan.
  • Kemudian klik tombol finish maka maping drive telah dapat di gunakan.
  
CARA MENGHENTIKAN MAPPING DRIVE
  •  Klik kanan ikon My network places 
  • Klik disconnect network drive
     
Domain Name System (DNS)

  • Beberapa pengertian mengenai Domain name system adalah sebagai berikut:
  • Merupakan sistem database yang terdistribusi yang digunakan untuk pencarian nama komputer di jaringan yang menggunakan TCP/IP. DNS mempunyai kelebihan ukuran database yang tidak terbatas dan juga mempunyai performa yang baik.
  • Merupakan aplikasi pelayanan di internet untuk menterjemahkan domain name ke alamat IP dan juga sebaliknya.
  • Komputer yang terhubung dan memiliki tanggung jawab memberikan informasi zona nama domain anda, merubah nama domain menjadi alamat IP dan juga memiliki tanggung jawab terhadap distribusi email di mail server yang menyangkut dengan nama domain.
  • Aplikasi yang membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail.


DNS dapat dianalogikan sebagai pemakaian buku telepon dimana orang yang ingin kita hubungi, berdasarkan nama untuk menghubunginya dan menekan nomor telefon berdasarkan nomor dari buku telepon tersebut. Hal ini terjadi karena komputer bekerja berdasarkan angka, dan manusia lebih cenderung bekerja berdasarkan nama.
Misalkan domain name yahoo.com mempunyai alamat IP 202.68.0.134, tentu mengingat nama komputer lebih mudah dibandingkan dengan mengingat alamat IP. Didalam DNS, sebuah name server akan memuat informasi mengenai host-host di suatu daerah/zone. Name server ini dapat mengakses server-server lainnya untuk mengambil data-data host di daerah lainnya. Name server akan menyediakan informasi bagi client yang membutuhkan, yang disebut resolvers.
Fungsi Utama Sistem DNS
  1. Menerjemahkan nama-nama host (hostnames) menjadi nomor IP (IP address) ataupun sebaliknya, sehingga nama tersebut mudah diingat oleh pengguna internet.
  2. Memberikan suatu informasi tentang suatu host ke seluruh jaringan internet. DNS memiliki keunggulan seperti:
    • Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
    • Konsisten, IP address sebuah komputer boleh berubah tapi host name tidak berubah. Contoh:
      – unsri.ac.id mempunyai IP 222.124.194.11, kemudian terjadi perubahan menjadi 222.124.194.25, maka disisi client seolah-olah tidak pernah ada kejadian bahwa telah terjadi perubahan IP.
      – Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.

  Kelebihan DNS
  1. Dengan menggunakan DNS akan memberikan kemudahan bagi user karena dengan DNS, maka user tidak perlu untuk mengingat ip address sebuah komputer tapi cukup dengan mengingat komputer host name saja.
  2. Konsisten, IP address sebuah komputer boleh berubah tapi host name yang digunakan tidak boleh berubah.
  3. DNS server mudah untuk dikonfigurasi oleh administrator.

 Kekurangan DNS
  1. User tidak dapat menggunakan banyak nama untuk mencari nama domain baik di internet maupun intranet.
  2. DNS tidak mudah untuk di implementasikan.
  3. DNS tidak bisa membuat banyak nama domain.

Cara Kerja DNS 

         DNS bekerja untuk menerjemahkan nama komputer ke bentuk IP address atau memetakan nama komputer menjadi IP Address. Client DNS disebut resolvers dan DNS Server disebut dengan name servers. Resolver atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries.

Name servers akan memproses dengan cara mengecek ke local database DNS, dan bila mana yang dicari tidak terdapat di local database, maka name servers tersebut akan menghubungi name servers lain atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tidak ditemukan.

 Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan client diproses dengan cara memetakan nama komputer (host) ke IP Address.




Perbedaan Domain dan Workgroup 
pada LAN

    Domain adalah sebuah client/server network dimana manajemen resource dan security nya tersentralisasisecara terpusat. Ini berarti satu admin bisa mengontrol semua domain dan bisa menentukan PC mana yang memiliki akses ke file tertentu. Dalam sebuah domain, ada satu database untuk domain user. Setiap user bisa login ke workstation manapun dan mengakses resource di dalamnya.
Di Domain :
  • Ada satu atau lebih PC yang berperan menjadi server. Server akan mengontrol penuh security dan permissions dari semua PC dalam sebuah domain.
  • Admin mudah dalam melakukan berbagai perubahan karena cukup sekali mengubah pengaturan, semua PC di domain akan langsung terpengaruh.
  • Jika pengguna memiliki akun di domain, mereka bisa login ke PC manapun tanpa memerlukan akun dari PC tersebut.
  • Pengguna kemungkinan besar hanya bisa mengubah pengaturan PC secara terbatas karena admin biasanya akan membatasi agar network PC tetap konsisten.
  • Bisa ada ribuan PC dalam sebuah domain.
  • PC dalam sebuah domain bisa berada di local network yang berbeda


    Workgroup adalah peer-to-peer network yang memungkinkan setiap komputer untuk mengakses file, printer, atau koneksi internet. Untuk bisa melakukannya setiap pengguna harus memiliki akun di setiap workgroup yang ingin mereka akses. Setting dan akses ini diatur oleh masing-masing komputer.

Di Workgroup itu:
  • Semua PC adalah peer, tidak ada PC yang bisa mengontrol PC lainnya.
  • Setiap PC memiliki user account sendiri. Untuk login ke PC di workgroup, pengguna harus memiliki akun PC tersebut.
  • Biasanya tidak lebih dari 20 PC per workgroup.
  • Workgroup tidak diproteksi oleh password.
  • Setiap PC harus berada di subnet atau local network yang sama.



Dinamic Host Configuration Protocol 
(DHCP) 



          DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Dengan demikian administrator tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server.
Pada saat kedua DHCP client dihidupkan , maka komputer tersebut melakukan request ke DHCP-Server untuk mendapatkan nomor IP. DHCP menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada di database DHCP. DHCP Server setelah memberikan nomor IP, maka server meminjamkan (lease) nomor IP yang ada ke DHCP-Client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool. Nomor IP diberikan bersama dengan subnet mask dan default gateway. Jika tidak ada lagi nomor IP yang dapat diberikan, maka client tidak dapat menginisialisasi TCP/IP, dengan sendirinya tidak dapat tersambung pada jaringan tersebut.
       
         Setelah periode waktu tertentu, maka pemakaian DHCP Client tersebut dinyatakan selesai dan client tidak memperbaharui permintaan kembali, maka nomor IP tersebut dikembalikan kepada DHCP Server, dan server dapat memberikan nomor IP tersebut kepada Client yang membutuhkan. Lama periode ini dapat ditentukan dalam menit, jam, bulan atau selamanya. Jangka waktu disebut leased period.
* DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat “menyewakan” alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.

* DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.
server adalh sebuah komputer yang sebagai induk dari semua komputer itu yang berkumpulan atau yang masuk dalm jaringan…bila server itu mati kita tidak bisa share dengan orang banyak……..karena server sebgai induk dari semuanya.

   Fungsi DHCP :
  • Dapat memberikan nomor IP secara otomatis kepada komputer yang melakukan request.
  • DHCP memiliki fungsi utama mendistribusikan IP address secara otomatis kepada setiap client yang terhubung dengan jaringan komputer
  • DHCP akan memberikan kemudahan bagi seorang network administrator dalam mengelola jaringan komputer, karena alokasi IP address dapat ditentukan secara otomatis dan dalam satu kali kerja
  • DHCP server selain bisa memberikan IP address secara dinamik, juga bisa memberikan IP address secara statis kepada client yang terhubung ke jaringan komputer
   Kelebihan DHCP :
  • Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server. DHCP
  • Menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain.
  • DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang tidal bisa dipakai oleh client yang lain.
  • DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktutertentu dari server.
  • Menghemat tenaga dan waktu dalam pemberian IP.
  • Mencegah terjadinya IP conflict.

   Kekurangan DHCP
   Semua pemberian IP bergantung pada server, maka dari hal itu jika server mati
   maka semua komputer akan disconnect dan saling tidak terhubung.

   Metode dalam konfigurasi DHCP ada dua,diantaranya:
  1. Konfigurasi dengan range secara random otomatis IP.Pemberian IP address kepada client secara random dan dapat berubah-ubah namun masih dalam range IP address yang ditentukan.
  2. Konfigurasi dengan Fixed alamat IP address.Pemberian IP address yang sifatnya tetap value pada client yang memerlukan data MAC address.

 


TENLET

     Telnet merupakan singkatan dari Telecomunication Network. Telnet adalah suatu protokol jaringan yang digunakan internet atau jaringan lokal. Telnet menyediakan komunikasi dua arah yang berbasis teks atau terminal emulator antara client dengan server atau dengan kata lain telnet memungkinakan untuk memberikan perintah, untuk menjalankan perintah, untuk merubah konfigurasi, untuk mengendalikan, dan meremote komputer lain (server) melalui komputer di depan meja kita sendiri (client).

Berikut ini adalah cara untuk menjalankan Telnet di Windows:
Supaya dapat menggunakan telnet di Windows bisa dengan mengetikkan perintah telnet diikuti dengan ip address dari komputer server. Berikut ini adalah contohnya:
telnet 192.168.3.1.
Dapat juga dengan ketik telnet saja, kemudian ketik perintah open diikuti dengan ip address dari komputer server. Sebagai contoh:
telnet
open 192.168.3.1

Menjalankan Telnet di Windows


Lalu masukkan username serta password yang valid
 
WINSOCK

            Windows socket API disingkat Winsock merupakan sebuah mekanismeinterprocess communication (IPC) yang menyediakan sarana komunikasi dua arah berorientasi koneksi (connection-oriented) atau komunikasi tanpa koneksi (connectionless) antara proses-proses di dalam dua komputer di dalam sebuah jaringan. Windows socket adalah salah satu implementasi yang dilakukan oleh Microsoft terhadap system call Berkeley Sockets yang digunakan untuk mengakses layanan sesi dan datagram melalui protocolTCP/IP. Selain oleh TCP/IP, Winsock juga dapat digunakan oleh NWLink, danAppleTalk.

Cara Kerja Winsock
        Misalnya terdapat dua buah komputer: client dan server yang ingin berhubungan. Langkah-langkah untuk mengadakan koneksi, mengirim data sampai pemutusan koneksi dapat digambarkan sebagai berikut.

  1. Mula-mula server akan mendengarkan (listen) permintaan koneksi pada nomor port tertentu. Nomor port digunakan untuk membedakan aplikasi pada sebuah sistem komputer. 
  2. Client yang ingin berhubungan meminta koneksi kepada server (connect). 
  3. Server menerima koneksi dari client (accept). 
  4. Selanjutnya baik client atau server dapat saling berkirim (senddata) dan menerima data (getdata). 
  5. Client menutup koneksinya. 
  6. Server mengetahui dan menutup koneksi terhadap client tersebut.
















NetBios


NetBios (Network Basic Input/Output System) adalah sebuah spesifikasi yang dibuat oleh International Business Machine (sebenarnya dibuat oleh Sytek Inc. untuk IBM) dan Microsoft yang mengizinkan aplikasi-aplikasi terdistribusi agar dapat saling mengakses layanan jaringan, tanpa memperhatikan protokol transport yang digunakan.

Fungsi NetBios
  1. Naming Services
  2. Session Support
    Memungkinkan transmisi dimana sebuah virtual circuit session diadakan sedemikian rupa sehingga pengiriman paket dapat dipantau dan dikenali.
  3. Dipergunakan untuk menyebarkan nama group, user dan komputer ke jaringan. Ia juga bertugas untuk memastikan agar tidak terjadi duplikasi nama.
  4. DataGram Support
    Menyediakan transmisi tanpa koneksi yang tidak menjamin suksesnya pengiriman paket, besarnya tidak lebih besar dari 512 bytes. Metode datagram ini digunakan oleh naming services.



 Diagram Topologi LAN menggunakan
Windows 2003 Server 






FTP


File Transfer Protokol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang mensupport TCP/IP protokol. Dua hal penting yang ada dalam FTP adalah FTP server dan FTP Client. FTP server menjalankan software yang digunakan untuk tukar menukar file, yang selalu siap memberian layanan FTP apabila mendapat request dari FTP client. FTP client adalah komputer yang merequest koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file (mengupload atau mendownload file).

Tujuan FTP server adalah sebagai berikut :
1. Untuk men-sharing data.
2. Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer.
3. Untuk menyediakan teempat penyimpanan bagi user.
4. Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien.

CARA MEMBUAT SHARING PASSWORD PADA WINDOWS XP

Dalam jaringan komputer kita bisa membuat folder dapat diakses oleh komputer lain dengan cara sharing, dan apabila folder tersebut tidak ingin diakses oleh semua komputer dalam jaringan tetapi hanya orang tertentu saja, caranya adalah dengan memberikan password pada folder tersebut, sehingga hanya orang yang mengetahui password tersebut bisa mengakses folder tersebut.
Tetapi salah satu feature tersebut sudah tidak ada di Windows XP hanya pada windows versi sebelumnya feature tersebut tersedia.  Pada Windows XP pembatasan akses pada user account tertentu saja bisa dilakukan, tetapi itupun hanya pada jaringan komputer yang login ke domain saja, dan tidak bisa dipakai pada jaringan / network tanpa domain.
Triknya agar feature memprotek shared folder di Windows XP bisa digunakan adalah dengan mengaktifkan   Guest accountdan memberikan password di account Guest, caranya:

    Akses komputer beserta folder yang baru saja anda buka melalui komputer lain. Jika tidak ada kesalahan, maka ketika anda mengaksesnya dari komputer lain, system akan meminta memasukkan password untuk mengakses komputer tersebut. Masukkan username guest dengan password yang sudah anda setting tadi.
  • Login sebagai Administrator Windows XP
  • Klik Start, Control Panel, User Accounts.
  • Klik Account Guest dan pastikan user Guest menjadi aktif.
  • Tutup jendela User Account.
  • Buka Command Prompt dengan cara klik tombol Start, pilih Run, ketik CMD kemudian tekan tombol Enter.
  • Pada Command Prompt, ketik net user guest password kemudian tekan tombol Enter.
  • Buka kembali User Account dan berikan password pada user guest.
  • Masukkan pasword dan kemudian restart komputer anda.
  • Setelah komputer restart, coba anda sharing salah satu folder pada komputer tersebut.

Selesai sudah, folder yang anda sharing sudah terproteksi dengan password. Pengguna iseng yang tidak tahu password yang sudah anda setting tidak akan bisa membaca file maupun folder yang sudah anda sharing sebelumnya.





                       Fungsi IIS pada Windows 2003 Server
        IIS atau Internet Information Services atau Internet Information Server adalah sebuah HTTP Web Server yang digunakan dalam sistem operasi server Windows, mulai dari Windows NT 4.0 Server, Windows 2000 Server atau Windows Server 2003. Layanan ini merupakan layanan terintegrasi dalam Windows 2000 Server, Windows Server 2003 atau sebagai add-on dalam Windows NT 4.0.
        Layanan ini berfungsi sebagai pendukung protokol TCP/IP yang berjalan dalam lapisan aplikasi (application layer).IIS juga menjadi fondasi dari platform Internet dan Intranet Microsoft, yang mencakup Microsoft  Site Server, Microsoft Commercial Internet System dan produk-produk Microsoft Back Office lainnnya.

Fungsi DNS pada Windows 2003 Server 
 Untuk menerjemahkan nama computer ke IP address (memetakan nama computer menjadi IP address).



Fungsi DHCP pada Windows 2003 Server
  
 
 Dapat memberikan nomor IP secara otomatis kepada komputer yang melakukan request.



Fungsi Active Directory pada Windows 2003 

Server  


       Dengan adanya Active Directory semakin memudahkan administrator dalam mengelola jaringan sehingga tidak diperlukan kehadiran administrator secara fisik, karena konfigurasi user, group, dan komputer dapat dilakukan secara remote. Hal tersebut dimungkinkan dengan adanya Global Catalog (GC) yang menyimpan konfigurasi computer dan obyek jaringan, dimana GC tersebut dapat diakses dari manapun di dalam jaringan dengan memanfaatkan infrastruktur AD.




                                  Cara kerja Remote Desktop pada Windows 2003 

Server
  
    Mengendalikan komputer client dari server, Remote Desktop berguna untuk mengendalikan komputer jarak jauh yang berada di jaringan, seolah-olah komputer yang dikendalikan tersebut berada dalam satu komputer dengan komputer yang sedang anda gunakan. Selain fasilitas Remote Desktop pada sistem operasi windows banyak juga software Remote Desktop lainnya seperti Radmin, UltraVnc, pcAnywhere dan masih banyak lagi yang lainnya. Untuk menjalankan Remote Desktop pada Windows XP, pada komputer host (komputer yang hendak di-remote) perlu di setting terlebih dahulu. 
Berikut langkah-langkahnya :

  1. Buka control panel (category view)
  2. Pilih performance and maintance
  3. Pilih system
  4. Maka akan muncul system properties
  5. Klik tab remote
  6. Lihat bagian remote desktop
  7. Centang allow users to connect remotely to this computer
  8. Klik apply 
  9. Lalu oke                    
 



Apa yang dimaksud dengan Windows 2003 Server
Data Center


Windows 2003 Server Data center adalah sebuah versi Windows Server 2003 yang benar-benar dasar, dengan fitur-fitur yang umumnya dibutuhkan oleh sebuah server untuk melayani klien-kliennya di jaringan.


System kerja Thin Client  



        Thin Cient bekerja dengan cara yang berbeda dengan personal komputer umumnya. Pada thin client setiap pengguna langsung menggunakan divais input-output personalnya, sedangkan pemrosesan dan eksekusi terhadap program yang hendak dijalankan dilakukan oleh sumber daya pada server.

Pertama , personal komputer si pengguna akan membangun koneksi dengan PC server. Secara teknis aktivitas ini dilakukan oleh modul I/O interface pada komputer pengguna, dimana pada modulnya telah ada program kecil yang berguna untuk booting koneksi, mengirimkan permintaan ke PC server. Lalu, permintaan diterima komputer server melalui program penerima hubungan untuk dihubungkan ke system virtualisasi yang telah dialokasikan untuk pengguna, kemudian pengguna dapat menggunakan aplikasi yang tersedia pada desktop virtual pengguna, intruksi dan data yang diproses selama program dijalankan semuanya dilakukan oleh system pemroses pada server.


Antivirus Admin Server Terbaik untuk Windows
2003 Server 
         Antivirus Clamwin. Antivirus ini merupakan antivirus yang populer dikalangan pengguna komputer, karena clamwin bersifat gratis dan bisa digunakan disemua jenis versi windows. Selain itu, antivirus ini juga tersedia untuk versi linux. Antivirus ini juga banyak diintegrasikan dengan aplikasi lainnya seperti PC media, hmailserver, dll.


Fungsi / Fitur Windows 2003 Server

 
  1. Windows Server Domain atau sering disebut sebagai Windows NT Domain adalahsebuah kelompok logis yang terdiri atas komputer-komputer yang menjalankan sistem operasi Windows yang menggunakan basis data akun pengguna terpusat di satu titik pusat. Basis data terpusat ini (pada Windows 2000 dan versi Windows Server yang lebih baru disebut sebagai Active Directory) mengandung akun-akun pengguna dan informasi keamanan untuk setiap sumber daya yang terdapat di dalam domain tersebut.
  2. Public Key Infrastructure (PKI) adalah sebuah cara untuk otentikasi, pengamanan data dan perangkat anti sangkal. Secara teknis, PKI adalah implementasi dari berbagai teknik kriptografi yang bertujuan untuk mengamankan data, memastikan keaslian data maupun pengirimnya dan mencegah penyangkalan.
  3. Domain Name System; DNS adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host ataupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet 
  4. Dynamic Host Configuration Protocol adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.
  5. Windows Internet Name Services yaitu sebuah layanan dalam sistem operasi Windows NT, Windows 2000 atau Windows Server 2003 yang secara dinamis melakukan registrasi terhadap nama NetBIOS yang dimiliki oleh komputer-komputer yang berada di dalam jaringan. WINS juga memungkinkan untuk melakukan sentralisasi terhadap proses resolusi nama NetBIOS ke dalam alamat IP. Dalam Windows NT, manajemen WINS lebih mudah dilakukan daripada DNS, karena bersifat dinamis.
  6.  Terminal Services merupakan sebuah layanan yang dapat digunakan untuk mengakses aplikasi atau data yang disimpan dalam komputer jarak jauh melalui sebuah koneksi jaringan. Dengan meluncurkan sistem operasi Microsoft Windows NT 4.0 Server, Terminal Server Edition, Microsoft mulai masuk ke dalam pasar enterprise, yang masih mengandalkan mainframe tua, sehingga mereka dapat melakukan upgrade ke sistem operasi baru. 
  7.  Address Windowing Extension (AWE), yang mengizinkan sistem operasi agar mereservasikan hanya 1 GB dari memori fisik untuk digunakan oleh Windows, sehingga mengizinkan aplikasi menggunakan sisa 3 GB memori yang ada (dalam sistem x86, yang hanya mendukung 4 GB memori). 
  8.  Hot-Memory, yang mengizinkan penambahan memori ketika sistem sedang berjalan (meski hanya sistem-sistem tertentu yang mendukungnya).
  9. Non-uniform memory access (NUMA), yang mengizinkan Windows untuk mengakses bus-bus memori berbeda sebagai sebuah unit memori yang sama, sehingga mengizinkan delapan buah prosesor x86 yang hanya mendukung 4 GB mendukung hingga 32 GB memori (4 GB untuk tiap prosesornya).
  10. Teknologi Clustering, yang mengizinkan banyak server (hingga empat buah node) terlihat sebagai sebuah server oleh klien untuk kinerja atau keandalan
  11. Terminal Server Session Directory, yang mengizinkan klien untuk melakukan koneksi ulang ke sebuah sistem terminal services yang didukung oleh server yang menjalankan terminal services. Sebagai contoh, dalam sebuah lingkungan dengan delapan server yang menjalankan terminal services, jika salah satu server mengalami kegagalan, klien akan secara otomatis membuat koneksi kembali ke sisa server (7) yang lainnya (yang masih berjalan dan memiliki slot klien).
  12. Semua perangkat keras yang dimasukkan ke dalam server harus memenuhi standar Microsoft dan lolos dari beberapa kali pengujian kecocokan (kompatibilitas), keandalan (reliabilitas). Hal ini diberlakukan terhadap semua perangkat keras, mulai dari prosesor, kartu jaringan, hard disk drive, dan komponen vital lainnya.
  13. Semua driver perangkat keras harus disertifikasi oleh Microsoft. Tentu saja, driver-driver tersebut harus lolos pengujian, yang mungkin dapat menghabiskan waktu lebih dari satu bulan.
  14. Pengguna tidak dapat mengubah hardware server sesuka hatinya tanpa adanya pihak yang berwenang (customer support vendor server atau dari pihak Microsoft). Semua perubahan harus lolos pengujian yang disebutkan di atas.
  

1
fungsi Remote Desktop Conection pada Windows 2003 Server 
          Untuk mengendalikan, mengontrol komputer yang berada di jaringan, seolah-olah komputer yang dikendalikan tersebut berada dalam satu komputer dengan komputer yang sedang anda gunakan.


Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar